Kuat untuk melangkah
Sejauh ini, lu sadar gak sih bahwa hidup lu sedang dikendalikan hasrat daging?
Ya... Hal itu bisa gua tebak karena lu sedang mencari solusi dalam artikel ini, atau lu cuma iseng doang klik link web yang ada di instagram gua?
Gak ada salahnya sih...
Pada intinya kita juga masih tergolong amatir dalam menjalani kehidupan ini, Secara umur, mungkin pengalaman kita tidak akan lebih banyak dibanding dengan tokoh-tokoh inspiratif dunia seperti Jack Ma, Mark Zukerberg, dan masih banyak lagi lah.. soalnya kalo gua sebutin satu-satu, otak gua yang crashing:)
Mungkin gak sih kalau tokoh-tokoh yang dianggap sebagai role model itu pernah di posisi kita saat ini?
Ingin mengembangkan diri, tapi fokus pada output yang diinginkan
Ingin bergelimang harta, tapi fokus pada cara tikus untuk bisa meraihnya sedini mungkin, kalau bisa sebelum menginjak umur 30-an.. ya itu harapannya...
Ingin melanjutkan studi di luar negeri, tapi hanya sekadar menonton video motivasi di kanal youtube, tanpa dibarengi dengan upaya konkrit?
Kenapa gua bertanya demikian?
Karena saat ini gua juga sedang bergejolak dengan semua keresahan itu. Awalnya termotivasi setelah menonton video Ali Abdaal. Setelah itu? back to the end. Semuanya sebatas mimpi yang durasinya kurang dari 15 menit (ibarat menonton video di youtube).
Meskipun demikian, ya itulah kenyataan.
Jika dalam hati lu saat ini mengatakan "Itu kembali kepada kepribadiannya masing-masing sih..", itu sudah menjadi hal yang lumrah. Akan tetapi, tak semua orang awam dapat menelan bulat-bulat opini tersebut. Sebagian dari mereka membutuhkan bukti nyata dari setiap opini yang lu katakan.
Pastinya tak semudah mengoleskan selai strawberry pada roti tawar. Butuh personality yang kuat untuk bisa menjadi "wow" di mata orang lain, meskipun bukan itu target yang kita inginkan.
Oprah Winfrey, seorang selebritis sekaligus pengusaha di Amerika Serikat dengan acaran bincang-bincangnya yang sangat terkenal, The Oprah Winfrey Show. Beliau adalah sosok perempuan yang tergolong kuat. Dibalik ketenarannya, ternyata terselip kenyataan pahit yang tidak ada hentinya. Mulai dari kesalahan pada pemberian namanya, kenyataan untuk survive dalam kehidupan yang miskin, diskriminasi dari lingkungan sekitar, pelecehan seksual oleh sepupunya sendiri, hingga jatuh bangun yang beliau rasakan dalam meniti karier.
Kemungkinan besar, jika saat ini gua berada di posisi yang dirasakan beliau saat ini, gua akan putus asa dan memilih untuk mengakhiri hidup. Bukan bermaksud untuk berkonotasi negatif ya..
Tapi, itulah keputusan yang terlintas dalam pikiran gua saat ini, di masa ini.
Kalau lu memilih untuk menjadi lebih realistis terhadap kehidupan ini, ya silahkan.. tidak ada manusia yang boleh menyalahkan pilihan pribadi lu itu. Tapi, pilihan itu akan menjadi masalah ketika lu beropini bahwa semua orang harus orientis dengan pemikiran lu saat ini. Hingga pada akhirnya lu akan memikirkan hal-hal yang sebenarnya tidak penting untuk dicari solusinya..
Berfokuslah pada prosesnya, bukan pada hasil setelahnya. Jika terjadi sebaliknya, ya kemungkinan besar tidak akan terlahir suatu hasil yang sesuai dengan ekspektasi awal.
Terkadang, sesuatu yang sudah direncanakan dan dipersiapkan sedemikian rupa akan kalah dengan sesuatu yang terjadi dengan spontan.
"Lebih baik kita terlihat lugu oleh karena jati diri kita sendiri, daripada harus terlihat gagah oleh karena kehadiran kamera sebagai media dokumentasi." ~ Dicky
Terima kasih buat yang sudah berkunjung..
Jangan bosan-bosan lah ya.. biar gua juga gak bosan nulis blog-blog selanjutnya..
God bless you all


Tidak ada komentar