Berhenti sejenak sambil menghela nafas
Coba bayangkan situasi saat kamu sedang terjebak dalam kamar 2x2 tanpa benda dan tanpa makanan apapun... Hampa? so pasti..
Banyak orang alay yang berasumsi bahwa ketika dia sedang terjebak dalam suatu masalah, yang ia lakukan seharusnya adalah dengan mem-posting instastory, snap wa, nge-tweet, dan hal lain yang menyuarakan masalah yang terselubung dalam hatinya. Otherwise, dia termasuk tipical orang yang introvert yang pikirannya hanya terjebak dalam echochamber.
Buat yang belum tahu apa itu echochamer, dalam filosofinya echochamer dimaknai sebagai sesuatu yang tidak akan pernah ada jalan keluarnya. Jika "masalah hidup" diasumsikan sebagai manusia, orang yang berada di dalam echochamber akan melulu blunder soal masalah pribadinya sendiri. Masalah itu akan mencoba untuk keluar dari "lingkaran setan" tersebut, tapi selalu gagal dan akhirnya kembali kepada dirinya sendiri.
Kalau semata-mata hal itu sedang terjadi dalam dirimu sekarang ini, stop it.
Suatu masalah akan berhasil keluar dari zonanya, ketika ada orang yang tiba-tiba datang memberikan solusi. Atau mungkin kamu tipe orang yang lebih memilih untuk curhat dengan sohib-mu? Atau bisa saja, kamu akan mendatangi guru BK atau bahkan psikolog untuk keperluan konsultasi?
It is up to you bruh..
Akan tetapi, tidak jarang kita melihat orang yang justru mencurahkan isi hatinya melulu kepada media sosial. Apakah sosmed dilengkapi dengan teknologi AI (Artificial Intelligence) yang mampu menjawab setiap keluh kesah manusia? Atau Mark Zuckerberg akan datang ke dalam hidupmu untuk bertanya sekaligus memvalidasi status facebook-mu yang sedang galau itu? Ya kalau-pun ada orang yang disambangi Founder Facebook tersebut, kemungkinan besar beliau lagi gabut (just kidding).
Sejauh ini, jika kamu merasa blog ini tidak sesuai dengan hatimu, atau mungkin menyinggung perasaanmu, secara pribadi aku minta maaf. Kalian punya kebebasan untuk memilih ingin membaca atau tidak, itu urusan pribadi kalian sebenarnya. Tapi, jika mungkin blog ini sesuai dengan realita kehidupanmu, mari sama-sama kita mencoba keluar dari sesuatu yang "bodoh" ini.
Mungkin kamu pernah mendengar istilah prokrastinasi? atau belum pernah sama sekali?
Dilansir dari halaman wikipedia, prokrastinasi adalah tindakan menggantikan posisi tugas dengan kepentingan tinggi dengan tugas kepentingan rendah, dalam artian bahwa kamu lebih memilih untuk melakukan sesuatu yang "tidak penting" dibandingkan dengan tugas lain. Akibatnya? Stressful karena tugas pernting itu tak kunjung kelar.
Prokrastinasi termasuk hal yang lumrah dan sering dan hampir setiap hari terjadi dalam kehidupan manusia, baik itu saat kita tersadar ataupun dalam keadaan dibawah sadar.
Mungkin di website ataupun blog lain, teman-teman udah sering menjumpai istilah ini, atau efektivitas dunia perkuliahan, dan lain sebagainya. Ya itu sudah mendefinisikannya. Tapi teman-teman harus tahu bahwa alur pikiran kita sendirilah yang mendefinisikan istilah itu.
Jika kembali ke topik awal, kita bisa mengaitkan istilah prokrastinasi dengan sesuatu yang valuable dalam penyelesaian suatu masalah.
Sebagai contoh, kita bisa menggolongkan orang-orang yang "curhat" ke media sosial termasuk dalam tindakan prokrastinate. Kenapa gitu? the one and only alasannya adalah media tidak bisa menjawab suara hati.
Kalau saat ini hatimu sedang bersuara, "aneh ni orang.. jadi gimana dengan artis seperti Nagita Slavina yang digambarkan sebagai artis dengan zero haters? atau gimana cara artis bisa dekat dengan fans-nya kalau tidak dengan curhat? kan banyak fans yang akan comment di postingan status mereka atau balas instastory mereka nanti untuk ngasih solusi."
Semua itu tidak ada salahnya. Tapi, apakah sesering itu masalah akan selesai ketika kamu curhat ke media massa? Mungkin untuk beberapa hari saat kamu mulai curhat di sosmed, netizen akan mencoba menyarankan jalan keluar yang baik. ke depannya? siapa yang tahu..
Suatu masalah akan selesai ketika kita mampu mendedikasikan diri menjadi orang yang hebat dalam melawan kepentingan diri sendiri. Tak jarang, banyak orang yang stres karena masalah hidup yang tidak pernah menemui jalan keluar. Ya itu sebenarnya didominasi oleh prokrastinasi itu sendiri.
Feel stressed mungkin biasa untuk sebagian orang. Namun, akan lebih banyak orang yang ketika dia stres, sesuatu yang sebenarnya ringan harus dikerjakan dengan mengalokasikan setiap tenaganya untuk itu. Ya, itu hal yang manusiawi sebenarnya.
Terkadang, procrastinate itu penting, dalam tanda kutip untuk lari sejenak dari sesuatu yang menurutmu berat untuk dilakukan. Tapi, jangan sampai kelabakan dan ujung-ujungnya malah nyaman di situasi itu.
Go outside, dan lihat betapa banyaknya orang yang kehidupannya sangat produktif. Namun, kembali lagi ke poin awal. Ketika kamu stres dengan sesuatu tersebut, sejenak kamu bisa melupakan apa artinya prokrastinasi, and you do that.
Di sini aku pribadi tidak pernah merasa menjadi orang yang sangat bijak dalam mengomentari sesuatu. Tidak ada juga unsur pemaksaan untuk kalian keluar dari ruang procrastinate itu. It is up to you, enjoy your life.
Satu hal yang harus teman-teman ingat sekali lagi bahwa manusia akan care kepada manusia dan robot tidak akan care dengan yang namanya manusia, kecuali memang dirancang untuk membantu kehidupan manusia.
Terima kasih teman-teman yang sudah mengunjungi blog ini. Semoga hari-hari kita ke depannya menjadi lebih produktif dan terhindar dari istilah "prokrastinasi".
Ingat, "Syarat dan ketentuan berlaku"
See you in the next blog...


Tidak ada komentar